untuk sampaikan rasa terima kasih kami atas segala pengorbanan yang telah ayah ibu berikan kepada kami
Sehingga kami bisa seperti sekarang ini
Tak terbayangkan...
Betapa perihnya ayah ibu dalam mendidik kami.
Ayah Ibu senantiasa membimbing kami.
Ayah Ibu cukupkan kebutuhan kami tanpa pamrih, diujung sujud.
Ayah Ibu rangkai, nama-nama kami untuk memohon keridhaan, keselamatan, kebahagiaan kami di dunia dan akhirat
Masih belum cukup, di penghujung malam, ayah dan ibu tumpahkan segala pengharapan, pada ilLahi agar kami benar-benar menjadi orang yang bermanfaat.
Ayah...Ibu....
Jalan kami pasing Panjang,
Maka kami sangat membutuhkan keberadaan ayah ibu di sisi kami.
Kami sangat membutuhkan belaian lembut ayah ibu.
Kami sangat membutuhkan doa-doa ayah ibu.
Ayah... Ibu...
Maafkan kami...
Kami belum mampu membuat kalian bahagia...
Namun, dalam hati ini tertanam tekad.
Suatu saat ayah ibu akan tersenyum Bangga dan penuh rasa syukur, karena allah kabulkan doa ayah ibu yang tak pernah berhenti mengalir.
Ayah... Ibu...
Saat ini kami baru mampu lantunkan doa. allahummagfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shagiraa.
Ya Allah limpahkan kasih sayangmu pada ayah dan ibu kami, sebagai mana ia mengasihi kami sewaktu kecil.
Ya Allah, kami mohon mudahkanlah segala urusan ayah dan ibu kami.
Ya Allah, jika suatu saat engkau memanggil ayah dan ibuku kami... berikan ksesempatan pada mereka, untuk tersenyum Bahagia, tersenyum penuh syukur atas kami.
Ya Allah kabulkan hajat kami, amin.. amin ya rabbal 'alamiin.
Teks Sungkeman Sedih
Ayah, Ibu…
Kami berlutut di hadapanmu dan mencium tanganmu.
Kami tak kuasa lagi menahan tetesan air mata ini yang mengalir membasahi pipi kami,
Karena teringat kasih sayangmu dalam membesarkan dan mendidik kami.
Hingga kami berada di panggung pelaminan yang megah ini.
Begitu banyak kesalahan yang telah kami perbuat padamu,
yang mungkin timbul dari ucapan dan kelakuan kami
Ayah, Ibu…
Mohon maaf, kami belum bisa membalas segala kebaikan yang telah engkau berikan selama ini.
Puluhan tahun kami bersamamu dan merasakan pengorbanan kepada kami, Kalian menjaga dan merawat semasa kami dalam keandungan ibu selama 9 bulan.
Wahai Ibuku..
Betapa beratnya perjuanganmu Ketika melahirkan kami,
Jeritan dan hembusan nafasmu terdengar begitu keras untuk menahan rasa sakit,
Dan rela mengorbankan nyawamu sendiri
Setelah itu kau menyusui kami selama 2 tahun
Dan bertahun-tahun kau menyuapi makanan hingga kami bisa sendiri
Ayahku, Ibuku…
Kalian adalah penyemangat hidup tanpa henti
Susah payah melatih kami agar bisa merangkak, duduk,
Berdiri, berbicara hingga kami berjalan dan berlari-lari
Lalu kalian memberikan fasilitas Pendidikan belasan tahun, hingga kami lulus sekolah
Ratusan juta kau telah nafkahi kepada kami
Kami menikah pun kalian masih sanggup membiayai
Namun terkadang kami masih saja perhitungan dengan permintaanmu
Dan kini kami akan hidup mandiri Bersama pasangan kami
Kami berjanji akan berbakti padamu dan tak akan pernah tinggalkan kalian dalam keadaan apapun.
Ayah, Ibu..
Usaplah kepala anakmu
Kami mohon restu dan doamu agar pernikahan ini menjdi pembuka rezeki
Dan kebaikan bagi kami dalam melangsungkan kehidupan selama berumah tangga
*NARASI IBU
Wahai anakku…
Ketahuilah ayah dan ibu selalu mendoakan kebaikan untukmu sepanjang waktu
Apapun yang telah ayah dan ibu lakukan untukmu, itu semua karena Allah
Kami sudah berusaha yang terbaik dalam mendidikmu, Nak..
Kami berpesan..
Jadikanlah mertuamu sebagai orantuamu
Jadilah pendamping yang baik bagi pasanganmu
Jadilah menantu yang baik bagi mertuamu
Jadilah orangtua yang baik bagi anak-anakmu
Dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi sekitarmu
Ya Allah, Ya Razak
Berikanlah kemudahan rezeki dan keturunan yang sholeh
dan sholehah bagi anak kami
Ya Qowwi, Ya Matiin
Kuatkanlah ikatan cinta pasangan pengantin ini
Dan kokohkanlah keluarganya dalam menghadapi ujian
dan cobaan dalam berumah tangga nanti
Terima kasih ayah, ibu
Semoga kalian selalu sehat dan Bahagia.
Amin Ya Allah Ya Robbal’alamiin.


0 Komentar